Saturday, April 19, 2014

Keseruan Tak Terlupakan Peluncuran Asus Zenfone

 Seseruan itu dimulai saat mendapat undangan dari Asus, untuk menghadiri acara launching  Asus Zenfone, 15 April 2014 lalu. Ini menjadi moment juga buat saya untuk mengisi kembali blog ini yang telah lama hiatus. Sebenernya bukan acara launching saja saya bisa sebut, karena saya akhirnya bisa kopdar  lagi dengan sobat-sobat blogger lama saya. Dewi, Bunda Indah Juli, Omyahya, mbak Nunik, Riusa, Dita gigi, Saipul Muhajir, dan lainnya.
Tidak seperti biasanya acara peluncuran produk pada umumnya. Peluncuran Asus Zenfone kali ini  Jonney Shih, Chairman ASUS dan Jerry Shen, CEO ASUS bersama-sama mengumumkan  kehadiran smartphone terbaru ASUS Zenfone di kawasan Asia Tenggara. Detail lengkap fitur yang dimiliki Zenfone dan antar muka ASUS ZENUI dipaparkan oleh Jonney.

Dari pagi hingga sore hari wartawan dan blogger wajib mengikuti acara  Asus Zenfone di ballroom Pullman Hotel, Central Park Jakarta Barat hingga usai. Dari mulai konferensi pers,  presentasi secara detail produk Asus Zenfone hingga gala dinner yang mungkin tidak semua blogger atau wartawan lain mengikutinya. Mungkin ada sekitar 500 orang lebih para undangan yang hadir. Tidak hanya dari Jakarta dan luar kota saja namun dari luar negeri pun seperti wartawan dari Vietnam, Malaysia pun turut hadir dalam acara ini. Pantes hidangan yang disediakan cepet ludes, kalau tidak  bebarengan dijamnya makan.
Mungkin ini menjadi pengalaman  tak terlupakan, baru pertama kalinya saya hadir di acara peluncuran produk gadget dengan mengajak anak perempuan saya, Ken Karas aka Kendod yang baru berusia 31bulan. Awalnya saya ragu mengajaknya, beruntung suami juga kebetulan ikut serta di acara ini jd bisa bergantian menjaganya. Anak kedua saya masih 4 bulan di daycare, bersyukur masih ASI ekslusif jadi saya sempatkan pumping ASI sampai 2x selama mengikuti acara. 
Tak dipungkiri anak jaman sekarang sudah familiar mengggunakan gadget. Bisa jadi Kendod satu-satunya blogger terkecil, termuda yang hadir diacara ini. Dia juga ikutan mencoba asus zenfone series seperti Asus Zenfone 4, Asus Zenfone 5, Asus Zenfone 6 dan AsusPad. Begitulah Kendod seperti sudah fasih dan paham betul cara pengoperasiannya.Yang pertama kali dibuka adalah kamera, foto, video kemudian game.
Yang menarik diacara ini bisa narsis, difoto dengan menggunakan  emoticon pilihan yang ada dan bisa terima hasilnya langsung.  
   



































Tak terasa hari telah sore, perut kemeroncong. Sebelum pulang tak lupa mencicipi hidangan snack dan minuman yang disediakan panitia. Sebelum jam kemacetan Jakarta dimulai, pukul 16.30, kami bergegas pulang. Saling berpamitan dengan rekan yang kita kenal dan berharap hari esok bisa berjumpa kembali diacara undangan berikutnya.

Wednesday, April 15, 2009

^ penumpang koPaja


“Mlayu… mlayu…” , sorak sorai teriakan kenek kopaja terdengar brisik di antara deru kendaraan. Perempatan Bank Indonesia itu selalu menjadi tempat favorit naik turunnya penumpang meskipun tidak ada halte bus di sana.

Terik panas matahari dipagi hari terasa sedikit menyengat kulitku yang telah dilumuri body lotion. Aroma parfume dan bau keringat penumpang melebur dibarengi cucuran keringat melewati lekuk tubuh dari kepala sampai lewati pantat . Baju menjadi sedikit basah dan kusut. Namun siapa yang peduli? Kursi yang reok itu berbunyi setiap kali melewati lubang jalan yang rusak.

Saat kopaja menurunkan penumpang, masuklah anak kecil dengan tanpa malu-malu. Segera dia sodorkan amplop pada setiap penumpang. Tak peduli penumpang itu berdiri, miring pinggul sampai tak bisa bergerak, mau pun penumpang yang duduk manis. Amplop tetap dibagikan sambil sesekali mengusap ingusnya “mbeler”.

Bunyi kecrek mengiringi nyanyian “putus nyambung putus nyambung putus nyambung sekarang putus besok nyambung lagi”. Suaranya melengking sember sambil meloncat loncat bebas menghentakkan kopaja yang melaju. Untunglah kekuatannya tidak cukup untuk menggoncangkan kopaja ini.

Suaara riwil kenek meminta para penumpang yang berdiri untuk bergeser untuk memberi ruang bagi penumpang baru. Sebenarnya aku sendiri juga tidak paham yang dinyanyikan itu lagunya siapa. Karena lagu itu dinyanyikan oleh seorang anak jalanan membuat atensi para penumpang tertuju ke padanya.
Setelah melewati sebuah stasiun , penumpang pun surut.

tok-tok”, minggir bang….!”, teriakku.
Kopaja belum juga berhenti … bunyi “prang” kotak aluminium tempat kartu nama jatuh tepat dibawah sepatuku. “non, restleting tasnya kebuka..!”, spontan bapak tua itu teriak.

Aku menunduk kebawah dan sesegera mungkin ngecek tas ku yang kebuka. Seorang ibu tua disampingku ikutan memunguti kartu nama yang berserakan dikaki para penumpang. Setelah kucek, ternyata tak ada satupun barang yang ilang. Antara cemas dan berusaha bersikap tenang membuatku malah terlihat kikuk.

Saat turun dari kopaja, ibu tua tadi ikut pegangan tanganku.. lha lho.. ada apa gerangan?
“adik, saya ikutan turun. Takut. ternyata se kopaja semuanya adalah pencopet.. saya tau siapa orang yang buka tas adek”, kata dia sambil tetap memegang erat lenganku.
makasih ya bu…”, ucapku.
Kami berdua akhirnya menyebrang jalan. Ibu itu tak mau melepas pegangannya.
Lho saya koq kamu bawa kesini?”, tanyanya.
Lha ibu mau kemana? “.
“Habis adek keliatan orang baik, jadi saya ikut turun. Dan saya kira adik turun itu untuk ganti kopaja, karena setelah mengetahui tas kebuka”, sahut ibu tua itu lirih.
Maka, aku pun kembali mengantarnya menyebrang jalan kearah semula.

Jambretttttttt kampret, ga mutu ..!!
(aku yang dijambret, ibu tua itu yang panik)

petuaH omith :
1. Jika ingin aman duduk lah di kursi paling belakang
2. Hindari ‘ndengerin’ radio atau pasang headset yang’ konek ke henpon’
3. Orang cantik jangan naik kopaja atau sejenisnya jika tak mau ambil resiko

selamat hari raBu..
note : foto by omith (ini)


Wednesday, November 12, 2008